Teladan

>SIFAT

>PEMAAF HUZUR

>

>Imam Mesjid Fazl London dan Missionary Incharge, Mln.

>Ataul Mujeeb Rashid Shahib menuturkan: Ketika Hadhrat

>Khalifatul Masih ke III r.ah berkunjung ke Inggris Pada tahun 1973, saat itu

>saya sebagai naib Imam masjid Fazl London. Ketika saya sedang berada di kantor,

>saat itu diterima telepon dari Pakistan untuk Huzur. Saya berupaya untuk

>menyambungan koneksi telepon dengan pesawat telepon yang ada dilantai atas, karena Huzur sedang berada di ruangan lantai

>atas, tapi tidak berhasil karena ada kerusakan. Terpaksa saya meminta Huzur

>untuk turun kelantai bawah melalui tangga untuk menggunakan pesawat telepon

>yang ada dilantai bawah.

>

>Tapi

>bagaimana ketidak beruntungan saya saat itu, setelah Huzur turun ke lantai bawah,

>ternyata pesawat telepon yang ada dilantai bawahpun mendadak ada gangguan sehingga Huzur tidak bisa menggunakannya.

>Sangatlah wajar, jika Huzur menzahirkan kemarahan atas hal itu, meskipun sebenarnya

>bukanlah kesalahan saya, karena itu adalah kesalahan teknis. Lantas Huzur

>menzahirkan kemarahannya kepada saya, kemudian Huzur kembali naik lagi ke lantai

>atas.

>

>Bisa

>dibayangkan, bagaimana kondisi saya setelah itu. Saya telah menyebabkan seorang

>Khalifah mendapatkan kesulitan sehingga membuat saya tidak bisa tahan dengan

>penyesalan ini. Seharian saya menghindar dari pandangan Huzur, tidak

>menampakkan diri, jangan sampai Huzur marah lagi jika melihat saya.

>

>Pada

>malam harinya ada acara khusus pertemuan Huzur dengan para ahmadi di ruangan

>atas, sayapun ikut serta dalam acara tersebut dan memilih untuk duduk di pojok

>ruangan, supaya tidak tampak oleh Huzur. Tapi coba perhatikan, bagaimana kasih

>sayang Huzur, sehingga membuat saya tidak bisa melupakan peristiwa ini seumur

>hidup saya. Ketika acara sedang berlangsung, tiba-tiba Huzur mengarahkan

>pandangan kearah saya yang berada di pojok dan dengan penuh kasih sayang

>bersabda kepada saya:” Ataul mujeeb! Tolong ambilkan segelas air”. Mendengar

>itu, saya langsung pergi untuk mengambil segelas air
dan memberikannya kepada Huzur

>lalu Huzur pun meminumnya.

>

>Imam masjid menuturkan:Saya beranggapan bahwa ada maksud lain dibalik

>permintaan Huzur untuk mengambilkan segelas air lalu meminumnya. Saya

>menganggap saat itu Huzur tidak semata-mata haus dan membutuhkan segelas air sedemikian

>rupa, tapi dalam hal ini mungkin Huzur sedang mencari kesempatan supaya perkara

>ini segera di selesaikan, jangan sampai beban kemarahan ini mengakibatkan saya

>bersembunyi dan tidak menampakkan diri, menghindar dari pandangan dan

>menyimpannya didalam hati, karena meskipun banyak orang yang hadir dalam acara

>itu, justru Huzur malah menyuruh saya. Peristiwa

>ini membuat saya sangat bahagia, Alhamdulillah Huzur masih mengingat nama saya,padahal sayaberada dipojok ruangan. Hal ini membuat saya sangat bahagia.

>

>Perhatikanlah!

>Bagaimana halusnya pandangan seorang Khalifah, beliau sedemikian rupa memperhatikan

>kebutuhan setiap orang, yang dalam hal ini tidak bisa dilakukan oleh seorang

>ibu sekalipun terhadap anak yang dicintainya.

>

>

>Penerjemah:

>Mahmud Wardi

Catatan: pen.*Huzur adalah nama panggilan kehormatan Khalifatul Masih ke III r.a.
*cerita ini diambil dari seorang Imam Mesjid Fazl London


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: